Langkanya Pengrajin Wayang Potehi
Senin, 23 Januari 2012 08:00

Supangat saat mengerjakan orderdjombang.com - Tidak hanya pengelola tempat wisata dan penjual pernik Imlek yang kebanjiran rejeki, Supangat, salah satu perajin wayang po te

hi di Jombang pun kecipratan keuntungan dalam perayaan tahun Baru Imlek. Apalagi menyambut perayaan Imlek banyak digelar wayang Potehi hampir di seluruh Klenteng di Indonesia. Otomatis pesanan untuk pembuatan wayang ini meningkat. Padahal pengrajin ini satu hari hanya mampu menghasilkan satu buah wayang Potehi.

 

Bagi etnis tionghoa pagelaran Wayang Potehi bukan budaya yang asing. Biasanya memasuki perayaan hari besar seni budaya warisan nenek moyang etnis Tionghoa ini selalu dihadirkan. Memasuki perayaan imlek ini sejumlah pengrajin wayang potehi ini kebanjiran pesanan.

Meski seluruh cerita yang biasa ditampilkan berkaitan dengan sejarah Tionghoa, namun uniknya pembuat wayang Potehi justru perajin yang beretnis Jawa asli. Supangat, (45), yang warga Mancilan, Mojoagung ini sudahmenekuni pembuatan wayang Potehi sejak 11 tahun lalu. Menurut pengakuan Supangat pembuatan wayang ini relatif  sulit.

"Harus sama persis dengan wayang aslinya. Karena sedikit berbeda raut wajah akan berubah nama dan karakternya, "kata Supangat menjelaskan.

Supangat sendiri membuat wayang ini berdasarkan pesanan. Dia hanya membuat kepala  dan kelengkapan pagelaran wayang. "Pengerjaan selebihnya seperti pewarnaan, kaki, tangan serta costum dibuat orang lain, "lanjut Supangat.

 

Meski rumit, tapi Supangat mengaku biasanya ia diberi upahnya Rp 85 ribu. Padahal dipasaran setelah menjadi wayang lengkap Wayang Potehi ini bisa menembus harga hingga ratusan ribu rupiah. Bahan baku wayang Potehi dari kayu waru gunung karena sifatnya ringan dan mudah dipahat.

Abil Alfata

 

 

LAST_UPDATED2
 

Masukkan Komentar

Tulis komentar dengan sopan dan tidak mengandung hasutan, pornografi atau SARA


Security code
Refresh